Friday, 7 December 2012
Kesedihan yang Belum Berkesudahan
Saat ini adalah masa Advent minggu pertama, masa penantian hari kelahiran bayi Yesus. KelahiranNya banyak dinantikan oleh banyak orang bagi mereka yang percaya kepadaNya. Mungkin banyak orang yang membayangkan kalau penyelamat dunia akan lahir di tempat yang indah dan luxus, dan dia akan memerangi keadilan dengan kekuatan dan perang. Tapi bukan itu yang Tuhan ingin tunjukkan kepada umatNya. Perang hanyalah melahirkan derita disertai dengan dendam dan kebencian bagi mereka yang ditinggalkan. Apapun cara Tuhan, penderitaan itu tetaplah ada. Mengapa Tuhan menciptakan penderitaan?Mengapa semua manusia harus menderita, bahkan anakNya sendiri pun harus mati dengan menderita untuk menyelamatkan umat manusia. Hanya Tuhan yang tahu jawabannya, Mengapa Liora pun yang belum melakukan dosa apapun harus menderita? tegakah Tuhan dengan memberi manusia penderitaan? kami manusia saja tidak tega melihatnya, mengapa Tuhan begitu tega dengan memberi manusia penderitaan, tidak hanya penderitaan secara fisik, tapi juga penderitaan secara rohani dan psikis. Aku, mamanya Liora, selama 9 bulan mengandung Liora, berusaha untuk melindunginya agar Liora selalu sehat dan selamat. Tapi mengapa Tuhan tidak mau melindungi dan menyelamatkannya? Kekurangan oksigen yang dialami Liora saat kelahiran pastilah membuatnya sangat menderita. Oh Tuhan apakah engkau mencintai kami?mengapa engkau tega menyiksa kami?
Thursday, 15 November 2012
40 Hari
Hari ini 40 hari sudah kami ditinggalkan oleh Liora. Kesedihan di hati tetap selalu ada. Liora pasti sudah bahagia di surga sana. Harapan yang kami miliki memang saat ini sudah hancur berkeping-keping. Angan-angan akan keberadaan Liora yang sehat membuat hati tidak hanya pedih tapi juga menggoyahkan iman dan kepercayaan pada Allah Bapa di surga. Kedekatan dengan Tuhan tidaklah seperti dulu lagi. Kesedihan dan luka di hati ini terasa membentengi. Tiap malam, membayangkan bisa mengunjungi Liora di sana dan menggendongnya terasa sebagai hiburan yang menyedihkan. Ketika terbayang Yesus mendekati, yang ada hanya tangisan, tidak ada lagi percakapan seperti dulu, tidak ada lagi rasa percaya seperti dulu. Kapankah hati ini pulih?
Monday, 5 November 2012
Apakah Tuhan itu selalu baik?
Semenjak peristiwa Liora, rasanya saya tidak bisa menganggap kalau Tuhan itu baik. Seperti lagu anak-anak yang sering didengarkan oleh Pio...Tuhan Yesus baik, sungguh amat baik, untuk selama-lamanya, Tuhan Yesus baik http://www.youtube.com/watch?v=k-RyWk-6icg
Kalau ingat akan penderitaan yang dialami Liora, aku merasa Tuhan Yesus kejam sekali. Kami manusia saja, yang kami pikir yang tidak sebaik Tuhan, tidak tega dan sedih sekali melihat penderitaan Liora, tapi mengapa Tuhan membuatnya begitu menderita, dan tidak hanya Liora saja yang menderita, tapi kami yang mengasihinya pun turut menderita. Apakah maksud Tuhan dengan penderitaan? Mengapa Yesus harus begitu menderitanya untuk menebus dosa manusia? mengapa tidak ada cara lain?bukankan Tuhan itu Mahakuasa, mampu melakukan apapun.
Meskipun kami sering meminta dalam doa agar Tuhan memberinya kesembuhan, bahkan banyak orang lain pun yang mendoakan, tapi kami tidak mendapatkan apa yang kami minta dan pada akhirnya kami berserah pada kekuasaan Tuhan, mungkin ada pula rasa putus asa dan ketidak berdayaan kami sebagai manusia. Apalah arti kami sebagai manusia ini ya Tuhan?apakah kami ini hanya sebagai boneka saja di panggung kehidupan, dan Engkau memang sutradaranya yang mangatur kami sesuai dengan kehendakMu?
Mengapa aku diijinkan hamil, dan mempunyai masa-masa yang menyenangkan bersama Liora dan begitu cepatnya engkau mengambil lagi tanpa pernah mengijinkan kami orang tuanya untuk sempat membesarkannya, dan bahkan membuat Liorapun menderita.Aku tidak mengerti Engkau ya Tuhan? sekarang aku malas memikirkan masa depanku, karena apa yang kami rencanakan akanlah tetap sia-sia dan hanya kehendakMulah yang terjadi, bukankah begitu Tuhan? Mungkin Engkau akan marah dengan segala pertanyaan dan pemikiranku ini ya Tuhan, dan aku tetap tidak peduli.
Aku akan tetap berdoa dan memohon kepadaMu, karena aku tidak tahu harus lari kemana lagi. Andai ada tempat untuk bernaung yang lebih baik dariMu, aku akan lari dariMu. Dan akupun memohon padaMu ya Tuhan untuk memulihkan hati ini yang mungkin masih sangat sedih dan marah padaMu. Maafkan aku Tuhan kalau aku kesal padaMu.
Monday, 8 October 2012
Melepas Liora
Kemarin tanggal 7 Oktober 2012 pukul 15.26, bertepatan dengan hari ulang tahun Papanya Liora, Liora dinyatakan meninggal oleh dokter Lee di Kinderklinik Höchst. Sedih dan sedih itulah yang kami rasakan, rasanya menangis saja tidak cukup..
Rm.Yuli dan orang-orang yang kami hubungi dan prihatin dengan keadaan kami datang satu persatu. Liora pergi ditengah kami, orang-orang yang mengasihi dan mencintainya. Dia begitu putih pucat setelah berhenti bernapas, badannya benar2 lemas. Tapi dia tetaplah terlihat cantik dan kami senang bisa menemaninya saat dia pergi meninggalkan tubuhnya yang fana dan pergi ke pangkuan Allah Bapa yang pasti lebih mencintaiNya. Selamat jalan anakku sayang, pergilah ke rumahmu, di sana tidak akan ada penderitaan lagi, yang ada hanyalah sukacita. Sampaikan salam kami untuk Bapa, Yesus, Bunda Maria dan orang2 kudus di surga.Liora akan tetap seperti cahaya di hati kami, seperti arti namamu sayang.
Rm.Yuli dan orang-orang yang kami hubungi dan prihatin dengan keadaan kami datang satu persatu. Liora pergi ditengah kami, orang-orang yang mengasihi dan mencintainya. Dia begitu putih pucat setelah berhenti bernapas, badannya benar2 lemas. Tapi dia tetaplah terlihat cantik dan kami senang bisa menemaninya saat dia pergi meninggalkan tubuhnya yang fana dan pergi ke pangkuan Allah Bapa yang pasti lebih mencintaiNya. Selamat jalan anakku sayang, pergilah ke rumahmu, di sana tidak akan ada penderitaan lagi, yang ada hanyalah sukacita. Sampaikan salam kami untuk Bapa, Yesus, Bunda Maria dan orang2 kudus di surga.Liora akan tetap seperti cahaya di hati kami, seperti arti namamu sayang.
Mama
Sunday, 7 October 2012
Hari ke-53(Saat terakhir kami dengan Liora)
Mama, Papa,dan Mas Pio datang menjenguk Liora.
Kami tiba sekitar pukul 14.30.
Mama yang pertama-tama masuk dan menjenguk Liora dari dekat.
Liora terlihat lelah sekali, matanya tetap terbuka.
Mama bicara ke Liora, ''Liora, bertahan ya nak sampai eyang Uti Bogor datang''. Tapi setelah melihat wajah Liora kembali yang tmapk menderita namun tetap berjuang untuk bernapas, Mama ga tega. Akhirnya Mama bilang ke Liora, ''Tapi kalau Liora sudah tidak kuat lagi juga tidak apa-apa sayang''
Setelah itu Liora tampak seperti cegukan dan alarm monitor berbunyi. Mama lihat di monitor SpO2 sempat mencapai 40, tapi kemudian naik kembali dan Mama lihat Liora masih bernapas. ''Duh Liora buat Mama kaget saja'', Mama ngomong gitu ke Liora.
Setelah itu Mama mau mompa ASI di ruangan lain karena jam itu adalah jam serah terima antar perawat.
Baru kurang lebih 10 menit mompa, tiba-tiba Papa manggil, ''Ma..ma..cepat ke sini, Liora meninggal". Mama kaget sekali. Mama langsung ke ruangan Liora dan melihat kalau Liora sudah tidak bernapas lagi.
Saat itu susternya adlah susterAndera dan dokternya adalah dokter Lee. Mereka bilang kalau kejadiannya tiba-tiba saja Liora berhenti bernapas.
Lalu Mama diberi kesempatan untuk gendong dan peluk Liora selama denyut jantungnya masih ada. Sementara itu Papa menelpon teman-teman MKIF.Tante Anna yang kemudian datang juga sempat menggendong Liora dan turut menangis. Sementara
Pukul 15.26 denyut jantung Liora sudah tidak terdeteksi lagi dan dinyatakan meninggal oleh dokter Lee.
Setelah itu Liora digendong oleh Papa seentara Pio Pio diajak main oleh Tante Anna di dekat kami.
lalu datanglah Tante Susana, Rm.Yuli, Tante Iin dan Pak Afuk.
Rm.Yuli mendoakan Liora dari buku Puji Syukur. Mas Pio berdiri dekat Liora yang sedang digendong Mama, dia ngelus-ngelus dan ngesun dahi Liora dengan kepala dan bibirnya. Pio masih belu, mengerti apa arti meninggal, tapi dia pasti sudah bisa merasakan kesedihan yang kami alami.
Lalu Mama diberi kesempatan untuk memandikan dan memakaikan pakaian Liora untuk terakhir kalinya, dibantu oleh suster Jutta yang dinas siang. Juga untuk mengecap kaki dan tangan serta menggunting rambut Liora untuk kenang-kenangan.
Mama, Papa, Mas Pio dan teman-teman kami senang bisa ada saat Liora pergi meninggalkan tubuhnya yang fana dan penuh derita.
Selamat jalan Liora anakku sayang...
Kelahiran dan Kematian
Seorang manusia datang ke dunia dan pergi dari dunia..dua hal yang istimewa yang terjadi pada kehidupan manusia. Ketika seorang terlahir dengan sehat dan lucu , semua orang yang mencintainya dipenuhi kegembiraan yang meluap-luap. Tapi ketika seorang manusia terlahir dengan kedaan yang begitu menyedihkan, seperti yang tidak terbayangkan dan tidak diharapkan, kesedihanlah yang menguasai kegembiraan. Semua itu tetap Tuhan yang mengatur, kami manusia hanya diminta untuk menerimanya bagaimanapun keadaan manusia itu.
Dan kematian seseorang dimana banyak orang menangisinya merupakan peristiwa yang selalu akan terbersit seumur hidup, dan mungkin akan mengubah hati dan pikiran orang yang ditinggalkannya. Tidak adakah sukacita di dalam peristiwa kematian. Bukankah seharusnya orang bersukacita, krn orang yang dipanggil Bapa di surga dilepaskan dari derita dunia dan akan menemukan tempat kediamannya yang abadi, apalagi bagi bayi2 dan anak2 yang masih suci.
Kami diijinkan untuk mengalami peristiwa ini karena kuasa Allah yang begitu besar dan yang begitu mengasihi kami, meskipun akal pikiran kami yang begitu sempit masih selalu bertanya2, mengapa hal ini terjadi pada kami. Seperti terkena kutuk dan hukuman rasanya, itulah yang pernah kami pikirkan dan rasakan. Rencana Allah tetaplah suatu misteri sampai suatu saat dinyatakanNya dalam kemuliaan.
Liora anakku sayang, bertahanlah dalam menjalani ini semua, kami semua selalu mendoakanmu.
Untuk Papa, selamat Ulang Tahun yang ke 33, smoga Papa selalu diberi kesehatan dan kekuatan dan kebahagiaan di dalam menjalani hadiah kehidupan ini.
Mama
Dan kematian seseorang dimana banyak orang menangisinya merupakan peristiwa yang selalu akan terbersit seumur hidup, dan mungkin akan mengubah hati dan pikiran orang yang ditinggalkannya. Tidak adakah sukacita di dalam peristiwa kematian. Bukankah seharusnya orang bersukacita, krn orang yang dipanggil Bapa di surga dilepaskan dari derita dunia dan akan menemukan tempat kediamannya yang abadi, apalagi bagi bayi2 dan anak2 yang masih suci.
Kami diijinkan untuk mengalami peristiwa ini karena kuasa Allah yang begitu besar dan yang begitu mengasihi kami, meskipun akal pikiran kami yang begitu sempit masih selalu bertanya2, mengapa hal ini terjadi pada kami. Seperti terkena kutuk dan hukuman rasanya, itulah yang pernah kami pikirkan dan rasakan. Rencana Allah tetaplah suatu misteri sampai suatu saat dinyatakanNya dalam kemuliaan.
Liora anakku sayang, bertahanlah dalam menjalani ini semua, kami semua selalu mendoakanmu.
Untuk Papa, selamat Ulang Tahun yang ke 33, smoga Papa selalu diberi kesehatan dan kekuatan dan kebahagiaan di dalam menjalani hadiah kehidupan ini.
Mama
Saturday, 6 October 2012
Hari ke-52
Mama, Papa dan Mas Pio jenguk Liora lagi.
Liora tampak lucu dengan baju warna hijau gambar kelinci dari Mas Pio.
BABnya sekarang banyak sampai kemana-mana waktu digantikan popok oleh Papa, sampai-sampai bajunya harus diganti semua.Liora..Liora...
Kali ini Papa yang gendong Liora.
Kondisi Liora tidak sebaik sebelumnya, PCO2nya lebih tinggi dari kemarinnya.
Suster Andrea bilang, akan lebih baik buat kami untuk pindah ke Kinderhospiz Bärenherz. Suster Andera sudah menghubungi Bärenherz tapi yang menjawab adalah mesin penjawab, jadi belum ada keputusan ada tempat atau tidak.Semoga ada tempat , sehingga kami bisa berkumpul sebagai satu keluarga dan juga ada yang meneman untuk melepas Liora dari dunia ini.
Liora tampak lucu dengan baju warna hijau gambar kelinci dari Mas Pio.
BABnya sekarang banyak sampai kemana-mana waktu digantikan popok oleh Papa, sampai-sampai bajunya harus diganti semua.Liora..Liora...
Kali ini Papa yang gendong Liora.
Kondisi Liora tidak sebaik sebelumnya, PCO2nya lebih tinggi dari kemarinnya.
Suster Andrea bilang, akan lebih baik buat kami untuk pindah ke Kinderhospiz Bärenherz. Suster Andera sudah menghubungi Bärenherz tapi yang menjawab adalah mesin penjawab, jadi belum ada keputusan ada tempat atau tidak.Semoga ada tempat , sehingga kami bisa berkumpul sebagai satu keluarga dan juga ada yang meneman untuk melepas Liora dari dunia ini.
Friday, 5 October 2012
Hari ke-51
Mama, Papa dan Mas Pio jenguk Liora.
Mama gantikan popok LIora , ukur suhu melalui rektum dan gendong Liora.
Hari ini Liora pakai baju tidur yang dulu dipakai Mas Pio, cantik sekali.
Kondisi Liora dikabarkan lebih buruk dari sebelumnya, dilihat dari PCO2nya yang semakin meningkat , sekitar 100an, yang seharusnya jika mau dipasang intubasi.
Mama gantikan popok LIora , ukur suhu melalui rektum dan gendong Liora.
Hari ini Liora pakai baju tidur yang dulu dipakai Mas Pio, cantik sekali.
Kondisi Liora dikabarkan lebih buruk dari sebelumnya, dilihat dari PCO2nya yang semakin meningkat , sekitar 100an, yang seharusnya jika mau dipasang intubasi.
Thursday, 4 October 2012
Hari ke-50
Hari ini hanya Papa yang jenguk Liora, krn kami masih agak sakit, jadi bergantian menjenguknya, dan juga cuaca mulai mendingin.
Kondisi pernapasn Liora semakin menurun , napasnya semakin tidak teratur,kadang saturasi oksigennya rendah sekali skitar 70%. Minum ASInya sekarang menjadi 50 ml x 6.
Liora kembali dipasang infus untuk memenuhi kebutuhan kalorinya dan Liora kembali dipasng kateter.
Kondisi pernapasn Liora semakin menurun , napasnya semakin tidak teratur,kadang saturasi oksigennya rendah sekali skitar 70%. Minum ASInya sekarang menjadi 50 ml x 6.
Liora kembali dipasang infus untuk memenuhi kebutuhan kalorinya dan Liora kembali dipasng kateter.
Wednesday, 3 October 2012
Hari ke-49(KOndisi Liora menurun)
Mama jenguk Liora
Sepertinya kondisi Liora menurun . Sisa makanannya banyak, tidak seperti biasanya, dari 95 ml, sisanya 25 ml.
BABnya sedikit dan BAKnya tidak ada sama sekali waktu Mama menggantikan popok Liora.
Sepulang dari Kinderklinik, Papa ditelpon oleh dokter Skrypzek dan dia melaporkan kalau kondisi pernapasan Liora agak menurun dibandingkan sebelumnya.
Oksigen yang diberikan melalui selang agak dinaikkan.
Papa ditanya, apaah akan dilakukan intubasi lagi? Dan kami memutuskan untuk tidak memasukan selang intubasi lagi karena itu artinya memaksa Liora untuk tetap bernapas, sementara Liora sebenarnya sudah tidak kuat lagi untuk bernapas dan itu hanya akan menyiksa Liora.
Keputusan yang sulit untuk kami buat , tapi sekaligur juga mungkin suatu saat akan melegakan.
Liora kecil...kami semua menyayangimu, bertahanlah dalam penderitaan ini nak sampai suatu saat Allah Bapa yang akan membebaskanmu.
Sepertinya kondisi Liora menurun . Sisa makanannya banyak, tidak seperti biasanya, dari 95 ml, sisanya 25 ml.
BABnya sedikit dan BAKnya tidak ada sama sekali waktu Mama menggantikan popok Liora.
Sepulang dari Kinderklinik, Papa ditelpon oleh dokter Skrypzek dan dia melaporkan kalau kondisi pernapasan Liora agak menurun dibandingkan sebelumnya.
Oksigen yang diberikan melalui selang agak dinaikkan.
Papa ditanya, apaah akan dilakukan intubasi lagi? Dan kami memutuskan untuk tidak memasukan selang intubasi lagi karena itu artinya memaksa Liora untuk tetap bernapas, sementara Liora sebenarnya sudah tidak kuat lagi untuk bernapas dan itu hanya akan menyiksa Liora.
Keputusan yang sulit untuk kami buat , tapi sekaligur juga mungkin suatu saat akan melegakan.
Liora kecil...kami semua menyayangimu, bertahanlah dalam penderitaan ini nak sampai suatu saat Allah Bapa yang akan membebaskanmu.
Tuesday, 2 October 2012
Hari ke-48
Hari ini Mama tidak jenguk Liora, tetapi Papa yang jenguk.
Tidak ada perubahan dari diri Liora
Tidak ada perubahan dari diri Liora
Monday, 1 October 2012
Hari ke-47
Liora tampak cantik sekali.Mama lihat. Liora pakai baju lucu yang ada gambarnya yang Mama belikan di Flohmarkt.
Nanti Mama belikan lagi ya nak baju-baju untukLiora.
Liora anakku sayang, Mama sayang sekali sama Liora.
Nanti Mama belikan lagi ya nak baju-baju untukLiora.
Liora anakku sayang, Mama sayang sekali sama Liora.
Sunday, 30 September 2012
Saturday, 29 September 2012
Hari ke-45
Liora dipakaikan baju beruang dan di gendong di pintu, sehingga Papa dan Mas Pio serta Tante Anna yang datang bisa melihat danmengelus-elus Liora.
Badan Liora tidak setegang sebelumnya.
Kata suster Jessica, obat yang diberikan untuk mengurangi kejangnya agak ditinggikan dosisnya.
Badan Liora tidak setegang sebelumnya.
Kata suster Jessica, obat yang diberikan untuk mengurangi kejangnya agak ditinggikan dosisnya.
Friday, 28 September 2012
Thursday, 27 September 2012
Hari ke-43
Hari ini Mama mengjenguk Liora
Liora banyak mengeluarkan lendir dari hidungnya
Liora mendapat obat Baklofen dan Valium untuk mengurangi badannya yang seringkali kejang.
Liora banyak mengeluarkan lendir dari hidungnya
Liora mendapat obat Baklofen dan Valium untuk mengurangi badannya yang seringkali kejang.
Wednesday, 26 September 2012
Hari ke-37-42
Tidak ada perubahan dari diri Liora, dia tetap anak yang cantik bagi mamanya, apalagi kalau matanya seperti menatap mamanya seakan-akan berkata, 'Mama, di sini Liora baik-baik dan sehat-sehat saja'.
Oh Liora anakku sayang, bagaimana Mama masih bisa berpikir kalua engkau baik-baik dan sehat-sehat saja.
Hari ini Mama dan Papa bertemu dengan dokter Rifi, dokter spesialis kandungan. Puji Tuhan rahim Mama kembali dengan baik. Tapi, ke rumah sakit itu membawa kenangan yang menyedihkan.
Thursday, 20 September 2012
Hari ke 33-36 (Intubasi lagi?)
Tidak ada perubahan yang berarti dari keadaan Liora.
Suhu badannya naik turun antara 36,2-39,2derajat Celcius, begitu kata susternya.
Badan Liora masih seperti kejang.
Tanggal 20 Mama sakit batuk pilek, semoga cepat sembuh dan bisa jenguk Liora.
Hasil Besprechung dengan dokter Lee, juga hadir di sana Fr.Müller-Landner dan Tante Anna :
pertanyaan yang penting dari dokternya, jika keadaan Liora memburuk, terutama dengan pernapasannya, apakah mau diintubasi lagi? Jika dilakukan intubasi lagi, maka Liora akan selamanya bernapas dengan selang intubasi.Artinya, jika keadaan pernapasn Liora memburuk, maka tidak lama lagi Liora akan segera berpulang ke rumah Bapa di surga.
Suhu badannya naik turun antara 36,2-39,2derajat Celcius, begitu kata susternya.
Badan Liora masih seperti kejang.
Tanggal 20 Mama sakit batuk pilek, semoga cepat sembuh dan bisa jenguk Liora.
Hasil Besprechung dengan dokter Lee, juga hadir di sana Fr.Müller-Landner dan Tante Anna :
pertanyaan yang penting dari dokternya, jika keadaan Liora memburuk, terutama dengan pernapasannya, apakah mau diintubasi lagi? Jika dilakukan intubasi lagi, maka Liora akan selamanya bernapas dengan selang intubasi.Artinya, jika keadaan pernapasn Liora memburuk, maka tidak lama lagi Liora akan segera berpulang ke rumah Bapa di surga.
Sunday, 16 September 2012
Hari ke-32
Mama berkunjung ke Liora dangan Papa, Kedua Eyang Bandung dan Mas Pio.
Liora mendapat Parasetamol karena diduga mengalami kesakitan akibat badannya yang spastis. Badannya makin sering kaku atau kejang. Suhu badan mencapai 39 derajat Celcius.
Kasian Liora, kamu pasti begitu menderita ya nak. Hati Mama perih sekali melihatnya.
Tapi hari ini Mamaterhibur bisa menggendong Liora.
Liora tampak lucu dan cantik sekali dibalik baju beruangnya.
Sayang Liora...
Liora mendapat Parasetamol karena diduga mengalami kesakitan akibat badannya yang spastis. Badannya makin sering kaku atau kejang. Suhu badan mencapai 39 derajat Celcius.
Kasian Liora, kamu pasti begitu menderita ya nak. Hati Mama perih sekali melihatnya.
Tapi hari ini Mamaterhibur bisa menggendong Liora.
Liora tampak lucu dan cantik sekali dibalik baju beruangnya.
Sayang Liora...
Saturday, 15 September 2012
Friday, 14 September 2012
Hari ke-30
Hari ini Mama dan Papa datang bersamaan untuk berbicara dengan suster Evi.
Liora direncanakan akan dibawa pulang setahap demi setahap.
Rencana perpanjangan Visa Eyang Bandung.
Liora direncanakan akan dibawa pulang setahap demi setahap.
Rencana perpanjangan Visa Eyang Bandung.
Thursday, 13 September 2012
Hari ke-29 (Nafas Liora membaik)
Nafas Liora makin membaik, Liora sudah tidak pakai selang O2 lagi dan SpO2nya semakin stabil.
Mama lihat Liora dimandikan oleh Suster Nina namanya (kalau tidak salah).
kata susternya Mama besok bicara dengan Suster Evi dari tim Nachsorge.
BB: 3666 gram, P: 53,5 cm, LK: 35,5 cm
Mama lihat Liora dimandikan oleh Suster Nina namanya (kalau tidak salah).
kata susternya Mama besok bicara dengan Suster Evi dari tim Nachsorge.
BB: 3666 gram, P: 53,5 cm, LK: 35,5 cm
Wednesday, 12 September 2012
Hari ke-28
Berharap hari ini ada perbaikan dari diri anakku sayang Liora.
Hari ini Mama butuh istirahat, mama tidak jenguk Liora, tapi Mama akan tetap doa dan memikirkan Liora.
Sayang Liora...
Hari ini Mama butuh istirahat, mama tidak jenguk Liora, tapi Mama akan tetap doa dan memikirkan Liora.
Sayang Liora...
Tuesday, 11 September 2012
Hari ke-27
Liora hari ini pakai baju pink, cantik sekali.
Tidak ada perubahan dari keadaan klinisnya.
Tante Susana datang menjenguk.
Tidak ada perubahan dari keadaan klinisnya.
Tante Susana datang menjenguk.
Monday, 10 September 2012
Hari ke -26
Mama didijinkan untuk ganti popok Liora dan mengukur suhu rektum.
Mama juga diberi kesempatan untuk menggendong Liora langsung dari inkubator oleh suster Frauke.
Mama kali ini senang sekali bisa peluk Liora tanpa ada bantal yang menghalangi.
Liora hari ini mendapat Krakengymnastik atau Fisioterapi.
Hari ini Liora mendapat ASI 85ml x 6
Mama juga diberi kesempatan untuk menggendong Liora langsung dari inkubator oleh suster Frauke.
Mama kali ini senang sekali bisa peluk Liora tanpa ada bantal yang menghalangi.
Liora hari ini mendapat Krakengymnastik atau Fisioterapi.
Hari ini Liora mendapat ASI 85ml x 6
Sunday, 9 September 2012
Saturday, 8 September 2012
Thursday, 6 September 2012
Hari ke-22
Mata Liora agak sedikit terbuka tapi susah untuk menutup lagi, Liora diberi air mata buatan supaya matanya tidak kering.
Saturasi O2 kadang menurun.
Keadaan umum stabil.
Saturasi O2 kadang menurun.
Keadaan umum stabil.
Wednesday, 5 September 2012
Hari ke-21(3 minggu)
Liora umur 3 minggu.
Mama harus istirahat dulu karena kemarinnya bekas opreasi Mama kadang-kadang terasa sakit.
Semoga engkau tambah membaik ya Liora sayang.
Mama harus istirahat dulu karena kemarinnya bekas opreasi Mama kadang-kadang terasa sakit.
Semoga engkau tambah membaik ya Liora sayang.
Tuesday, 4 September 2012
Hari ke-20 (Selang Intubasi Liora dilepas)
Hari ini selang intubasi Liora dilepas.
Liora tampak berusaha sekali untuk bisa bernapas, walaupun Mama tau kalau saraf-saraf untuk pernapasan tidak terlalu menunjang.
Liora tetap menutup matanya, kadang-kadang agak sedikit terbuka dan gerakannya masih seperti sebelumnya.
Liora sayang, Mama tetap berharap untuk bisa melihat Liora buka mata, menangis, bisa batuk, bisa menelan dan tumbuh dengan sehat.
Yesus janji akan pulihkan luka-luka Liora, tapi kita harus sabar.
Liora tampak berusaha sekali untuk bisa bernapas, walaupun Mama tau kalau saraf-saraf untuk pernapasan tidak terlalu menunjang.
Liora tetap menutup matanya, kadang-kadang agak sedikit terbuka dan gerakannya masih seperti sebelumnya.
Liora sayang, Mama tetap berharap untuk bisa melihat Liora buka mata, menangis, bisa batuk, bisa menelan dan tumbuh dengan sehat.
Yesus janji akan pulihkan luka-luka Liora, tapi kita harus sabar.
Monday, 3 September 2012
Hari ke-19
Jenguk Liora.
Pertemuan dengan Rm.Yuli dan Fr.Schulte-Dohnal. Kami membicarakan apakah dengan mencabut selang intubasi dan membiarkannya memburuk itu dosa?
Kesimpulan : itu bukanlah dosa.
Keputusan tetap, kalau Liora setelah selang intubasinya dicabut untuk pertama kalinya ternyata memburuk, dokter akan memasang kembali selang intubasinya dan suatu saat akan dicoba untuk dilepas lagi.
Pertemuan dengan Rm.Yuli dan Fr.Schulte-Dohnal. Kami membicarakan apakah dengan mencabut selang intubasi dan membiarkannya memburuk itu dosa?
Kesimpulan : itu bukanlah dosa.
Keputusan tetap, kalau Liora setelah selang intubasinya dicabut untuk pertama kalinya ternyata memburuk, dokter akan memasang kembali selang intubasinya dan suatu saat akan dicoba untuk dilepas lagi.
Sunday, 2 September 2012
Hari ke-18
Hari yang mengesalkan hati setelah berbicara dengan dokter.
Mama, Papa serta Eyang Uti dan Eyang Kakung Bandung harus tega suatu saat melihat Liora dipanggil oleh Bapa di surga.
Liora sayang, semua sayang sama Liora.
Doa terasa menipu diri sendiri, tapi harapan tetap ada dalam hati ini.
Mama, Papa serta Eyang Uti dan Eyang Kakung Bandung harus tega suatu saat melihat Liora dipanggil oleh Bapa di surga.
Liora sayang, semua sayang sama Liora.
Doa terasa menipu diri sendiri, tapi harapan tetap ada dalam hati ini.
Saturday, 1 September 2012
Hari ke-17
Mama dan Papa jenguk Liora kecil.
Hari ini suster MAria yang merawat.
Kata Suster Maria, Liora kecil sempat buka mata dan menatapnya.
Mama juga ingin sekali melihatnya.
Mama, dan Papa berjumpa dengan Rm.Yuli dan Maggie (ibu baptis Liora) serta Heiko pacarnya.
Kesimpulan: Kita lihat perkembangannya ke depan.
Harapan masih selalu ada.
Hari ini suster MAria yang merawat.
Kata Suster Maria, Liora kecil sempat buka mata dan menatapnya.
Mama juga ingin sekali melihatnya.
Mama, dan Papa berjumpa dengan Rm.Yuli dan Maggie (ibu baptis Liora) serta Heiko pacarnya.
Kesimpulan: Kita lihat perkembangannya ke depan.
Harapan masih selalu ada.
Friday, 31 August 2012
Hari ke-16
Mama istirahat di rumah, supaya besok-besok kuat kembali untuk menjenguk Liora.
Mama tetap doakan Liora di rumah.
Papa yang hari ini menjenguk Liora dan menggendong Liora
Mama tetap doakan Liora di rumah.
Papa yang hari ini menjenguk Liora dan menggendong Liora
Thursday, 30 August 2012
Hari ke-15
Mama boleh gendong Liora di pangkuan, senangnya..
Liora tetap terlihat cantik dan lucu, walaupun tampak tidak berdaya di tengah2 banyaknya kabel.
Liora anakku sayang, Mama ingin sekali lihat Liora buka mata, menangis, bergerak-gerak dan tumbuh normal dan sehat.
Tuhan Yesus janji akan sembuhkan luka-luka Liora.
Liora tetap terlihat cantik dan lucu, walaupun tampak tidak berdaya di tengah2 banyaknya kabel.
Liora anakku sayang, Mama ingin sekali lihat Liora buka mata, menangis, bergerak-gerak dan tumbuh normal dan sehat.
Tuhan Yesus janji akan sembuhkan luka-luka Liora.
Wednesday, 29 August 2012
Hari ke-14 (Liora umur 2 minggu)
Hari ini ada pembiacaraan dengan dr. Scholz(Oberarzt), dr.Senckenbach dan dr. Anna Welling (Kinderärzte).
Tidak ada pengharapan yang mereka berikan.
Mereka masih tetap mau berusaha agar Liora bisa bernapas spontan.
Yang ada hanyalah kebingungan di otak kami.
Doa dan doa tetap kami lakukan, harapan di hati selalu ada atas kebesaran Yesus untuk mau sembuhkan Liora kecil.
Tidak ada pengharapan yang mereka berikan.
Mereka masih tetap mau berusaha agar Liora bisa bernapas spontan.
Yang ada hanyalah kebingungan di otak kami.
Doa dan doa tetap kami lakukan, harapan di hati selalu ada atas kebesaran Yesus untuk mau sembuhkan Liora kecil.
Tuesday, 28 August 2012
Monday, 27 August 2012
Hari ke-12
Mama jenguk Liora.
Liora tetap terlihat segar dan cantik, walau banyak kabel-kabel yang mengelilinginya.
Doa dan doa.
Hari ini Mama bertemu dengan suster Rosa, dia baik sekali memperlakukan Liora seperti bayi normal yang punya pengharpan yang baik.
Liora tetap terlihat segar dan cantik, walau banyak kabel-kabel yang mengelilinginya.
Doa dan doa.
Hari ini Mama bertemu dengan suster Rosa, dia baik sekali memperlakukan Liora seperti bayi normal yang punya pengharpan yang baik.
Sunday, 26 August 2012
Hari ke-11
Hari ini Liora dibaptis oleh Rm.Yuli.
Hari yang melegakan. Liora dibersihkan dari dosa asal dan Liora pastinya merasakan damai yang luar biasa. Kalaupun Liora dipanggil oleh Bapa di surga, pasti hidupnya sangat bahagia di surga sana.
Tamu yang datang di luar dugaan. Ada Tante Anna dan saudaranya, Pak Afuk, Pak Sumardi dan Tante Elisabeth, Pak Paparera, Vina, Tante Iin, Tante Tuti, dan 2 suster dari Cikanyere, Maggie dan Heiko. Dan Patinnya adalah Maggie. Semua turut mendoakan
Yang paling menyenangkan , Mama bisa gending Liora, seperti yang Mama impikan.
Mama tetap berharap dan berdoa aar Liora bisa sembuh dan tumbuh jadi anak yang sehat, cerdas serta sayang Tuhan Yesus dan Bunda Maria.
Selamat ya Liora sayang, kamu sudah dibaptis.
Hari yang melegakan. Liora dibersihkan dari dosa asal dan Liora pastinya merasakan damai yang luar biasa. Kalaupun Liora dipanggil oleh Bapa di surga, pasti hidupnya sangat bahagia di surga sana.
Tamu yang datang di luar dugaan. Ada Tante Anna dan saudaranya, Pak Afuk, Pak Sumardi dan Tante Elisabeth, Pak Paparera, Vina, Tante Iin, Tante Tuti, dan 2 suster dari Cikanyere, Maggie dan Heiko. Dan Patinnya adalah Maggie. Semua turut mendoakan
Yang paling menyenangkan , Mama bisa gending Liora, seperti yang Mama impikan.
Mama tetap berharap dan berdoa aar Liora bisa sembuh dan tumbuh jadi anak yang sehat, cerdas serta sayang Tuhan Yesus dan Bunda Maria.
Selamat ya Liora sayang, kamu sudah dibaptis.
Saturday, 25 August 2012
Hari ke-10
Hari ini Mama, Papa, Mas Pio, Eyang Kung dan Eyang Uti Banduk menjenguk Liora.
Tante Tuti dan Tante Susana datang juga untuk menjenguk.
Mama dan Papa mendengar penjelasan dokter.
Semuanya terdengar tidak ada yang baik. Setiap perkataan dokter seperti menusuk-nusuk di hati.
O Yesus, mengapa seperti tidak ada harapan sama sekali untuk Liora. Tapi kami tetap percaya mujizat akan terjadi melalui Liora.
Hari ini Liora tetap terlihat segar dan cantik.
Sayang Liora...
Tante Tuti dan Tante Susana datang juga untuk menjenguk.
Mama dan Papa mendengar penjelasan dokter.
Semuanya terdengar tidak ada yang baik. Setiap perkataan dokter seperti menusuk-nusuk di hati.
O Yesus, mengapa seperti tidak ada harapan sama sekali untuk Liora. Tapi kami tetap percaya mujizat akan terjadi melalui Liora.
Hari ini Liora tetap terlihat segar dan cantik.
Sayang Liora...
Friday, 24 August 2012
Hari ke-9
Liora tampak segar dan cantik.
Bengkak di tangannya sedikit berkurang.
Badannya ngolet sedikit.
Liora sayang, bernapas yang baik ya dan segera buka mata.Mama ingin lihat Liora tumbuh jadi anak yang sehat dan terutama sayang Tuhan Yesus dan Bunda Maria.
Bengkak di tangannya sedikit berkurang.
Badannya ngolet sedikit.
Liora sayang, bernapas yang baik ya dan segera buka mata.Mama ingin lihat Liora tumbuh jadi anak yang sehat dan terutama sayang Tuhan Yesus dan Bunda Maria.
Thursday, 23 August 2012
Hari ke-8
Hari ini Liora tampak lucu dan cantik
Tidak ada perubahan yang mencolok dari keadaan klinisnya, begitu kata susternya, tapi napasnya sedikit lebih membaik.
Liora sering cegukan
Tidak ada perubahan yang mencolok dari keadaan klinisnya, begitu kata susternya, tapi napasnya sedikit lebih membaik.
Liora sering cegukan
Hari ke-8
Hari ini Liora tampak lucu dan cantik.
Tidak ada perubahan yang begitu mencolok dari hari sebelumnya, begitu kata susternya.
Liora hari ini sering cegukan.
Napasnya sedikit lebih membaik.
Tidak ada perubahan yang begitu mencolok dari hari sebelumnya, begitu kata susternya.
Liora hari ini sering cegukan.
Napasnya sedikit lebih membaik.
Wednesday, 22 August 2012
Hari ke-7
Hari ini Liora tampak lebih segar dan cantik.
Bagian badan sebelah kiri tampak terlihat bergerak.
Tangan kirinya bergerak waktu hidungnya disuction.
Mama juga ingin lihat tubuh bagian kanan Liora bergerak.
Mama taruh medali mujizat dari Tante Anna, katanya itu dari Israel.
Mama yakin, mujizat pasti terjadi melebihi akal pikiran manusia.
Bagian badan sebelah kiri tampak terlihat bergerak.
Tangan kirinya bergerak waktu hidungnya disuction.
Mama juga ingin lihat tubuh bagian kanan Liora bergerak.
Mama taruh medali mujizat dari Tante Anna, katanya itu dari Israel.
Mama yakin, mujizat pasti terjadi melebihi akal pikiran manusia.
Tuesday, 21 August 2012
Hari ke-6
Hari ini Mama tidak jenguk Liora, tapi Papa yang jenguk.
Hari ini Mama pulang ke rumah, senangnya Mama bisa berada di rumah.
Liora mengalami pemeriksaan MRT, dan hasilnya ada pembengkakan di otaknya
Mama percaya Tuhan pasti sembuhkan Liora.
Hari ini Mama pulang ke rumah, senangnya Mama bisa berada di rumah.
Liora mengalami pemeriksaan MRT, dan hasilnya ada pembengkakan di otaknya
Mama percaya Tuhan pasti sembuhkan Liora.
Monday, 20 August 2012
Hari ke 5
Liora diberitakan tidak memberikan reaksi yang baik ketika suhu inkubator mulai dihangatkan
Liora sayang, Mama sayang Liora..
Mama, Papa, dan Eyang Uti Bandung diantar oleh temannya Papa Lucija datang untuk menjenguk Liora.
Liora tampak pucat terbaring tidak berdaya, tapi mukanya terlihat lucu dan cantik, badannya gendut, jari-jarinya semua sempurna, kukunya panjang-panjang, rambutnya hitam dan panjang, bibirnya tebal, mulutnya lebar.
Berbicara dengan susternya tidak terlalu memuaskan dengan jawaban yang diberikannya.
Lalu kami berbicara dengan dokternya , Herr Johannes Eisen.
Hasil pembicaraannya : sampai saat ini Liora belum memperlihatkan tanda-tanda yang baik, dari hasil EEG juga menunjukkan banyak kerusakan otaknya akibat kekurangan oksigen. Tapi itu terlalu dini untuk memperkirakan bagaimana kehidupan Liora kelak, begitu kata beliau.
Rencana selanjutnya, obat-obat untuk menenangkan akan dihilangkan sementara dan dilihat reaksi Liora, apakah Liora sudah bisa bernapas sendiri atau tidak.
Masih ada harapan yang Tuhan Yesus janjikan.
Liora sayang, Mama sayang Liora..
Mama, Papa, dan Eyang Uti Bandung diantar oleh temannya Papa Lucija datang untuk menjenguk Liora.
Liora tampak pucat terbaring tidak berdaya, tapi mukanya terlihat lucu dan cantik, badannya gendut, jari-jarinya semua sempurna, kukunya panjang-panjang, rambutnya hitam dan panjang, bibirnya tebal, mulutnya lebar.
Berbicara dengan susternya tidak terlalu memuaskan dengan jawaban yang diberikannya.
Lalu kami berbicara dengan dokternya , Herr Johannes Eisen.
Hasil pembicaraannya : sampai saat ini Liora belum memperlihatkan tanda-tanda yang baik, dari hasil EEG juga menunjukkan banyak kerusakan otaknya akibat kekurangan oksigen. Tapi itu terlalu dini untuk memperkirakan bagaimana kehidupan Liora kelak, begitu kata beliau.
Rencana selanjutnya, obat-obat untuk menenangkan akan dihilangkan sementara dan dilihat reaksi Liora, apakah Liora sudah bisa bernapas sendiri atau tidak.
Masih ada harapan yang Tuhan Yesus janjikan.
Sunday, 19 August 2012
Hari ke 1-4
Liora lahir dengan di sectio karena PH darahnya yang menurun 6,6 dan rahim mamanya mengalami kerobekan. Apgar 0, Liora harus diintubasi dan segera dibawa ke Kinderklinik Frankfurt-Höchst.
Hari ke 3, Papa, Pio dan Eyang Bandung serta Tante Anna yang tinggal dekat dengan Kinderklinik menjenguk Liora, lalu memperlihatkan fotonya kepada Mama. Papa bilang, keadaan Liora stabil dan masih dibuat koma serta didinginkan dengan tujuan untuk mengurangi kerusakan yang ada pada otaknya. Rencananya suhu akan dinaikkan sedikit demi sedikit dan reaksi dari Liora akan dilihat.
Liora terlihat seperti anak yang kuat dan sehat, mukanya masih belum ketahuan mirip siapa. Alisnya mirip mamanya, pipinya ndut, bibirnya lebar dan tebal.
Hari ke 3, Papa, Pio dan Eyang Bandung serta Tante Anna yang tinggal dekat dengan Kinderklinik menjenguk Liora, lalu memperlihatkan fotonya kepada Mama. Papa bilang, keadaan Liora stabil dan masih dibuat koma serta didinginkan dengan tujuan untuk mengurangi kerusakan yang ada pada otaknya. Rencananya suhu akan dinaikkan sedikit demi sedikit dan reaksi dari Liora akan dilihat.
Liora terlihat seperti anak yang kuat dan sehat, mukanya masih belum ketahuan mirip siapa. Alisnya mirip mamanya, pipinya ndut, bibirnya lebar dan tebal.
Subscribe to:
Comments (Atom)