Pages

Sunday, 7 October 2012

Hari ke-53(Saat terakhir kami dengan Liora)

Mama, Papa,dan Mas Pio datang menjenguk Liora.
Kami tiba sekitar pukul 14.30.
Mama yang pertama-tama masuk dan menjenguk Liora dari dekat.
Liora terlihat lelah sekali, matanya tetap terbuka.
Mama bicara ke Liora, ''Liora, bertahan ya nak sampai eyang Uti Bogor datang''. Tapi setelah melihat wajah Liora kembali yang tmapk menderita namun tetap berjuang untuk bernapas, Mama ga tega. Akhirnya Mama bilang ke Liora, ''Tapi kalau Liora sudah tidak kuat lagi juga tidak apa-apa sayang''
Setelah itu Liora tampak seperti cegukan dan alarm monitor berbunyi. Mama lihat di monitor SpO2 sempat mencapai 40, tapi kemudian naik kembali dan Mama lihat Liora masih bernapas. ''Duh Liora buat Mama kaget saja'', Mama ngomong gitu ke Liora.
Setelah itu Mama mau mompa ASI di ruangan lain karena jam itu adalah jam serah terima antar perawat.
Baru kurang lebih 10 menit mompa, tiba-tiba Papa manggil, ''Ma..ma..cepat ke sini, Liora meninggal". Mama kaget sekali. Mama langsung ke ruangan Liora dan melihat kalau Liora sudah tidak bernapas lagi.
Saat itu susternya adlah susterAndera dan dokternya adalah dokter Lee. Mereka bilang kalau kejadiannya tiba-tiba saja Liora berhenti bernapas.
Lalu Mama diberi kesempatan untuk gendong dan peluk Liora selama denyut jantungnya masih ada. Sementara itu Papa menelpon teman-teman MKIF.Tante Anna yang kemudian datang juga sempat menggendong Liora dan turut menangis. Sementara
Pukul 15.26 denyut jantung Liora sudah tidak terdeteksi lagi dan dinyatakan meninggal oleh dokter Lee.
Setelah itu Liora digendong oleh Papa seentara Pio Pio diajak main oleh Tante Anna di dekat kami.
lalu datanglah Tante Susana, Rm.Yuli, Tante Iin dan Pak Afuk. 
Rm.Yuli mendoakan Liora dari buku Puji Syukur. Mas Pio berdiri dekat Liora yang sedang digendong Mama, dia ngelus-ngelus dan ngesun dahi Liora dengan kepala dan bibirnya. Pio masih belu, mengerti apa arti meninggal, tapi dia pasti sudah bisa merasakan kesedihan yang kami alami.
Lalu Mama diberi kesempatan untuk memandikan dan memakaikan pakaian Liora untuk terakhir kalinya, dibantu oleh suster Jutta yang dinas siang. Juga untuk mengecap kaki dan tangan serta menggunting rambut Liora untuk kenang-kenangan.
Mama, Papa, Mas Pio dan teman-teman kami senang bisa ada saat Liora pergi meninggalkan tubuhnya yang fana dan penuh derita.
Selamat jalan Liora anakku sayang...

No comments:

Post a Comment