Pages

Monday, 8 October 2012

Melepas Liora

Kemarin tanggal 7 Oktober 2012 pukul 15.26, bertepatan dengan hari ulang tahun Papanya Liora, Liora dinyatakan meninggal oleh dokter Lee di Kinderklinik Höchst. Sedih dan sedih itulah yang kami rasakan, rasanya menangis saja tidak cukup..
Rm.Yuli dan orang-orang yang kami hubungi dan prihatin dengan keadaan kami datang satu persatu. Liora pergi ditengah kami, orang-orang yang mengasihi dan mencintainya. Dia begitu putih pucat setelah berhenti bernapas, badannya benar2 lemas. Tapi dia tetaplah terlihat cantik dan kami senang bisa menemaninya saat dia pergi meninggalkan tubuhnya yang fana dan pergi ke pangkuan Allah Bapa yang pasti lebih mencintaiNya. Selamat jalan anakku sayang, pergilah ke rumahmu, di sana tidak akan ada penderitaan lagi, yang ada hanyalah sukacita. Sampaikan salam kami untuk Bapa, Yesus, Bunda Maria dan orang2 kudus di surga.Liora akan tetap seperti cahaya di hati kami, seperti arti namamu sayang.
Mama

Sunday, 7 October 2012

Hari ke-53(Saat terakhir kami dengan Liora)

Mama, Papa,dan Mas Pio datang menjenguk Liora.
Kami tiba sekitar pukul 14.30.
Mama yang pertama-tama masuk dan menjenguk Liora dari dekat.
Liora terlihat lelah sekali, matanya tetap terbuka.
Mama bicara ke Liora, ''Liora, bertahan ya nak sampai eyang Uti Bogor datang''. Tapi setelah melihat wajah Liora kembali yang tmapk menderita namun tetap berjuang untuk bernapas, Mama ga tega. Akhirnya Mama bilang ke Liora, ''Tapi kalau Liora sudah tidak kuat lagi juga tidak apa-apa sayang''
Setelah itu Liora tampak seperti cegukan dan alarm monitor berbunyi. Mama lihat di monitor SpO2 sempat mencapai 40, tapi kemudian naik kembali dan Mama lihat Liora masih bernapas. ''Duh Liora buat Mama kaget saja'', Mama ngomong gitu ke Liora.
Setelah itu Mama mau mompa ASI di ruangan lain karena jam itu adalah jam serah terima antar perawat.
Baru kurang lebih 10 menit mompa, tiba-tiba Papa manggil, ''Ma..ma..cepat ke sini, Liora meninggal". Mama kaget sekali. Mama langsung ke ruangan Liora dan melihat kalau Liora sudah tidak bernapas lagi.
Saat itu susternya adlah susterAndera dan dokternya adalah dokter Lee. Mereka bilang kalau kejadiannya tiba-tiba saja Liora berhenti bernapas.
Lalu Mama diberi kesempatan untuk gendong dan peluk Liora selama denyut jantungnya masih ada. Sementara itu Papa menelpon teman-teman MKIF.Tante Anna yang kemudian datang juga sempat menggendong Liora dan turut menangis. Sementara
Pukul 15.26 denyut jantung Liora sudah tidak terdeteksi lagi dan dinyatakan meninggal oleh dokter Lee.
Setelah itu Liora digendong oleh Papa seentara Pio Pio diajak main oleh Tante Anna di dekat kami.
lalu datanglah Tante Susana, Rm.Yuli, Tante Iin dan Pak Afuk. 
Rm.Yuli mendoakan Liora dari buku Puji Syukur. Mas Pio berdiri dekat Liora yang sedang digendong Mama, dia ngelus-ngelus dan ngesun dahi Liora dengan kepala dan bibirnya. Pio masih belu, mengerti apa arti meninggal, tapi dia pasti sudah bisa merasakan kesedihan yang kami alami.
Lalu Mama diberi kesempatan untuk memandikan dan memakaikan pakaian Liora untuk terakhir kalinya, dibantu oleh suster Jutta yang dinas siang. Juga untuk mengecap kaki dan tangan serta menggunting rambut Liora untuk kenang-kenangan.
Mama, Papa, Mas Pio dan teman-teman kami senang bisa ada saat Liora pergi meninggalkan tubuhnya yang fana dan penuh derita.
Selamat jalan Liora anakku sayang...

Kelahiran dan Kematian

Seorang manusia datang ke dunia dan pergi dari dunia..dua hal yang istimewa yang terjadi pada kehidupan manusia. Ketika seorang terlahir dengan sehat dan lucu , semua orang yang mencintainya dipenuhi kegembiraan yang meluap-luap. Tapi ketika seorang manusia terlahir dengan kedaan yang begitu menyedihkan, seperti yang tidak terbayangkan dan tidak diharapkan, kesedihanlah yang menguasai kegembiraan. Semua itu tetap Tuhan yang mengatur, kami manusia hanya diminta untuk menerimanya bagaimanapun keadaan manusia itu.

Dan kematian seseorang dimana banyak orang menangisinya merupakan peristiwa yang selalu akan terbersit seumur hidup, dan mungkin akan mengubah hati dan pikiran orang yang ditinggalkannya. Tidak adakah sukacita di dalam peristiwa kematian. Bukankah seharusnya orang bersukacita, krn orang yang dipanggil Bapa di surga dilepaskan dari derita dunia dan akan menemukan tempat kediamannya yang abadi, apalagi bagi bayi2 dan anak2 yang masih suci.
Kami diijinkan untuk mengalami peristiwa ini karena kuasa Allah yang begitu besar dan yang begitu mengasihi kami, meskipun akal pikiran kami yang begitu sempit masih selalu bertanya2, mengapa hal ini terjadi pada kami. Seperti terkena kutuk dan hukuman rasanya, itulah yang pernah kami pikirkan dan rasakan. Rencana Allah tetaplah suatu misteri sampai suatu saat dinyatakanNya dalam kemuliaan.

Liora anakku sayang, bertahanlah dalam menjalani ini semua, kami semua selalu mendoakanmu.

Untuk Papa, selamat Ulang Tahun yang ke 33, smoga Papa selalu diberi kesehatan dan kekuatan dan kebahagiaan di dalam menjalani hadiah kehidupan ini.
Mama

Saturday, 6 October 2012

Hari ke-52

Mama, Papa dan Mas Pio jenguk Liora lagi.
Liora tampak lucu dengan baju warna hijau gambar kelinci dari Mas Pio.
BABnya sekarang banyak  sampai kemana-mana waktu digantikan popok oleh Papa, sampai-sampai bajunya harus diganti semua.Liora..Liora...
Kali ini Papa yang gendong Liora.
Kondisi Liora tidak sebaik sebelumnya, PCO2nya lebih tinggi dari kemarinnya.
Suster Andrea bilang, akan lebih baik buat kami untuk pindah ke Kinderhospiz Bärenherz. Suster Andera sudah menghubungi Bärenherz tapi yang menjawab adalah mesin penjawab, jadi belum ada keputusan ada tempat atau tidak.Semoga ada tempat , sehingga kami bisa berkumpul sebagai satu keluarga dan juga ada yang meneman untuk melepas Liora dari dunia ini.

Friday, 5 October 2012

Hari ke-51

Mama, Papa dan Mas Pio jenguk Liora.
Mama gantikan popok LIora , ukur suhu melalui rektum dan gendong Liora.
Hari ini Liora pakai baju tidur yang dulu dipakai Mas Pio, cantik sekali.
Kondisi Liora dikabarkan lebih buruk dari sebelumnya, dilihat dari PCO2nya yang semakin meningkat , sekitar 100an, yang seharusnya jika mau dipasang intubasi.

Thursday, 4 October 2012

Hari ke-50

Hari ini hanya Papa yang jenguk Liora, krn kami masih agak sakit, jadi bergantian menjenguknya, dan juga cuaca mulai mendingin.
Kondisi pernapasn Liora semakin menurun , napasnya semakin tidak teratur,kadang saturasi oksigennya rendah sekali skitar 70%. Minum ASInya sekarang menjadi 50 ml x 6.
Liora kembali dipasang infus untuk memenuhi kebutuhan kalorinya dan Liora kembali dipasng kateter.

Wednesday, 3 October 2012

Hari ke-49(KOndisi Liora menurun)

Mama jenguk Liora
Sepertinya kondisi Liora menurun . Sisa makanannya banyak, tidak seperti biasanya, dari 95 ml, sisanya 25 ml.
BABnya sedikit dan BAKnya  tidak ada sama sekali waktu Mama menggantikan popok Liora.
Sepulang dari Kinderklinik, Papa ditelpon oleh dokter Skrypzek dan dia melaporkan kalau kondisi pernapasan Liora agak menurun dibandingkan sebelumnya.
Oksigen yang diberikan melalui selang agak dinaikkan.
Papa ditanya, apaah akan dilakukan intubasi lagi? Dan kami memutuskan untuk tidak memasukan selang intubasi lagi karena itu artinya memaksa Liora untuk tetap bernapas, sementara Liora sebenarnya sudah tidak kuat lagi untuk bernapas dan itu hanya akan menyiksa Liora. 
Keputusan yang sulit untuk kami buat , tapi sekaligur juga mungkin suatu saat akan melegakan.

Liora kecil...kami semua menyayangimu, bertahanlah dalam penderitaan ini nak sampai suatu saat Allah Bapa yang akan membebaskanmu.

Tuesday, 2 October 2012

Hari ke-48

Hari ini Mama tidak jenguk Liora, tetapi Papa yang jenguk.
Tidak ada perubahan dari diri Liora

Monday, 1 October 2012

Hari ke-47

Liora tampak cantik sekali.Mama lihat. Liora pakai baju lucu yang ada gambarnya yang Mama belikan di Flohmarkt.
Nanti Mama belikan lagi ya nak baju-baju untukLiora.
Liora anakku sayang, Mama sayang sekali sama Liora.