Pages

Friday, 31 August 2012

Hari ke-16

Mama istirahat di rumah, supaya besok-besok kuat kembali untuk menjenguk Liora.
Mama tetap doakan Liora di rumah.
Papa yang hari ini menjenguk Liora dan menggendong Liora

Thursday, 30 August 2012

Hari ke-15

Mama boleh gendong Liora di pangkuan, senangnya..
Liora tetap terlihat cantik dan lucu, walaupun tampak tidak berdaya di tengah2 banyaknya kabel.
Liora anakku sayang, Mama ingin sekali lihat Liora buka mata, menangis, bergerak-gerak dan tumbuh normal dan sehat.
Tuhan Yesus janji akan sembuhkan luka-luka Liora.

Wednesday, 29 August 2012

Hari ke-14 (Liora umur 2 minggu)

Hari ini ada pembiacaraan dengan dr. Scholz(Oberarzt), dr.Senckenbach dan dr. Anna Welling (Kinderärzte).
Tidak ada pengharapan yang mereka berikan.
Mereka masih tetap mau berusaha agar Liora bisa bernapas spontan.
Yang ada hanyalah kebingungan di otak kami.
Doa dan doa tetap kami lakukan, harapan di hati selalu ada atas kebesaran Yesus untuk mau sembuhkan Liora kecil.

Tuesday, 28 August 2012

Hari ke-13

Hari ini tidak ada perubahan dari keadaan klinis Liora, tapi Liora tetap terlihat lucu.

Monday, 27 August 2012

Hari ke-12

Mama jenguk Liora.
Liora tetap terlihat segar dan cantik, walau banyak kabel-kabel yang mengelilinginya.
Doa dan doa.
Hari ini Mama bertemu dengan suster Rosa, dia baik sekali memperlakukan Liora seperti bayi normal yang punya pengharpan yang baik.

Sunday, 26 August 2012

Hari ke-11

Hari ini Liora dibaptis oleh Rm.Yuli.
Hari yang melegakan. Liora dibersihkan dari dosa asal dan Liora pastinya merasakan damai yang luar biasa. Kalaupun Liora dipanggil oleh Bapa di surga, pasti hidupnya sangat bahagia di surga sana.
Tamu yang datang di luar dugaan. Ada Tante Anna dan saudaranya, Pak Afuk, Pak Sumardi dan Tante Elisabeth, Pak Paparera, Vina, Tante Iin, Tante Tuti, dan 2 suster dari Cikanyere, Maggie dan Heiko. Dan Patinnya adalah Maggie. Semua turut mendoakan
Yang paling menyenangkan , Mama bisa gending Liora, seperti yang Mama impikan.
Mama tetap berharap dan berdoa aar Liora bisa sembuh dan tumbuh jadi anak yang sehat, cerdas serta sayang Tuhan Yesus dan Bunda Maria.

Selamat ya Liora sayang, kamu sudah dibaptis.

Saturday, 25 August 2012

Hari ke-10

Hari ini Mama, Papa, Mas Pio, Eyang Kung dan Eyang Uti Banduk menjenguk Liora.
Tante Tuti dan Tante Susana datang juga untuk menjenguk.
Mama dan Papa mendengar penjelasan dokter.
Semuanya terdengar tidak ada yang baik. Setiap perkataan dokter seperti menusuk-nusuk di hati.
O Yesus, mengapa seperti tidak ada harapan sama sekali untuk Liora. Tapi kami tetap percaya mujizat akan terjadi melalui Liora.
Hari ini Liora tetap terlihat segar dan cantik.
Sayang Liora...

Friday, 24 August 2012

Hari ke-9

Liora tampak segar dan cantik.
Bengkak di tangannya sedikit berkurang.
Badannya ngolet sedikit.
Liora sayang, bernapas yang baik ya dan segera buka mata.Mama ingin lihat Liora tumbuh jadi anak yang sehat dan terutama sayang Tuhan Yesus dan Bunda Maria.

Thursday, 23 August 2012

Hari ke-8

Hari ini Liora tampak lucu dan cantik
Tidak ada perubahan yang mencolok dari keadaan klinisnya, begitu kata susternya, tapi napasnya sedikit lebih membaik.
Liora sering cegukan

Hari ke-8

Hari ini Liora tampak lucu dan cantik.

Tidak ada perubahan yang begitu mencolok dari hari sebelumnya, begitu kata susternya.

Liora hari ini sering cegukan.

Napasnya sedikit lebih membaik.

Wednesday, 22 August 2012

Hari ke-7

Hari ini Liora tampak lebih segar dan cantik.

Bagian badan sebelah kiri tampak terlihat bergerak.

Tangan kirinya bergerak waktu hidungnya disuction.

Mama juga ingin lihat tubuh bagian kanan Liora bergerak.

Mama taruh medali mujizat dari Tante Anna, katanya itu dari Israel.

Mama yakin, mujizat pasti terjadi melebihi akal pikiran manusia.

Tuesday, 21 August 2012

Hari ke-6

Hari ini Mama tidak jenguk Liora, tapi Papa yang jenguk.
Hari ini Mama pulang ke rumah, senangnya Mama bisa berada di rumah.
Liora mengalami pemeriksaan MRT, dan hasilnya ada pembengkakan di otaknya
Mama percaya Tuhan pasti sembuhkan Liora.

Monday, 20 August 2012

Hari ke 5

Liora diberitakan tidak memberikan reaksi yang baik ketika suhu inkubator mulai dihangatkan

Liora sayang, Mama sayang Liora..

Mama, Papa, dan Eyang Uti Bandung diantar oleh temannya Papa Lucija datang untuk menjenguk Liora.

Liora tampak pucat terbaring tidak berdaya, tapi mukanya terlihat lucu dan cantik, badannya gendut, jari-jarinya semua sempurna, kukunya panjang-panjang, rambutnya hitam dan panjang, bibirnya tebal, mulutnya lebar.

Berbicara dengan susternya tidak terlalu memuaskan dengan jawaban yang diberikannya.
Lalu kami berbicara dengan dokternya , Herr Johannes Eisen.
Hasil pembicaraannya : sampai saat ini Liora belum memperlihatkan tanda-tanda yang baik, dari hasil EEG juga menunjukkan banyak kerusakan otaknya akibat kekurangan oksigen. Tapi itu terlalu dini untuk memperkirakan bagaimana kehidupan Liora kelak, begitu kata beliau.
 Rencana selanjutnya, obat-obat untuk menenangkan akan dihilangkan sementara dan dilihat reaksi Liora, apakah Liora sudah bisa bernapas sendiri atau tidak.
 Masih ada harapan yang Tuhan Yesus janjikan.
       

Sunday, 19 August 2012

Hari ke 1-4

Liora lahir dengan di sectio karena PH darahnya yang menurun 6,6 dan rahim mamanya mengalami kerobekan. Apgar 0, Liora harus diintubasi dan segera dibawa ke Kinderklinik Frankfurt-Höchst.

Hari ke 3, Papa, Pio dan Eyang Bandung serta Tante Anna yang tinggal dekat dengan Kinderklinik menjenguk Liora, lalu memperlihatkan fotonya kepada Mama. Papa bilang, keadaan Liora stabil dan masih dibuat koma serta didinginkan dengan tujuan untuk mengurangi kerusakan yang ada pada otaknya. Rencananya suhu akan dinaikkan sedikit demi sedikit dan reaksi dari Liora akan dilihat.

Liora terlihat seperti anak yang kuat dan sehat, mukanya masih belum ketahuan mirip siapa. Alisnya mirip mamanya, pipinya ndut, bibirnya lebar dan tebal.