Halo Liora sayang,
Mama sering bertanya-tanya, Liora sedang apa ya di surga, sudah sebesar apa dan sudah bisa apa saja?
Mama dan Papa selalu kangen Liora, Mas Pio juga kalau ditanya pasti jawabnya kangen Liora juga.
Mama mau sedikit cerita, kalau Mama secara teratur berkunjung ke Seelsorgerin, namanya Frau Schuck-Purpus. Terakhir Mama ketemu beliau yaitu bulan lalu. Mama selalu bilang kalau Mama selalu kangen dengan Liora. Mama tidak mengerti dengan Tuhan, apa maunya Tuhan dengan menciptakan Liora lalu segera mengambil Liora lagi. Apa salah Mama, mengapa Tuhan tidak memberitahu Mama, kalau memang Mama ada salah, supaya Mama tidak mengulanginya lagi. Saat ini Mama tidak terlalu sedih, tapi ada saat Mama sangat kangen sekali dengan Liora. Frau Schuck-Purpus bilang, kalau Tuhan jg tidak ingin manusia menderita. Dan Tuhan juga ikut menderita dan bersedih ketika manusia menderita dan bersedih. Itulah yang tidak bisa Mama mengerti, bagaimana Mama tahu kalau Tuhan ikut bersedih, rasanya setiap berseru pada Tuhan kok tidak pernah didengar, Mama juga tidak bisa dengar suaraNya. Yang penting Mama selalu berusaha untuk tetap berpegang pada Tuhan, karena Mama sendiri tidak tahu harus pergi kemana lagi.
Tapi Mama merasakan kalau Tuhan selalu menyertai kita, dan memberikan banyak kekuatan dan penghiburan. Musim panas begini, senang melihat bunga2 mawar bermekaran dan bunga-bunga itu cantik-cantik dan wangi. Burung-burung di luar rumah juga ramai sekali, indah sekali suaranya. Sejak pukul 3 pagi mereka sudah ramai sekali bersiulan, sore-sore juga mereka ramai sekali berkicauan. Kalau melihat Pio jg kami terhibur sekali. Doakan kami ya nak, semoga kami bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan baik.
Sekian dulu ya sayang, Mama mau beberes, masak dan belanja. Salam buat Tuhan Yesus.
Sayang Liora!
Mama