Pages

Friday, 16 August 2013

Selamat Ulang Tahun Ke-1 Liora!



Selamat Ulang Tahun yang pertama Liora!

Tak terasa sudah satu tahun kejadian yang menyedihkan berlalu. Kami semua selalu mengingat kelahiran Liora, karena Tuhan pasti tidak mengijinkan kelahiran Liora secara kebetulan. Liora tetap anak yang sangat istimewa di hati Mama, Papa, Mas Pio, dan anggota keluarga yang lain.
Di tanggal 15 Agustus 2013, Papa mengambil cuti sehari untuk merayakan ulang tahun Liora. Mama tetap buat nasi kuning dan kue dibantu oleh Mas Pio.

Pagi-pagi sehabis sarapan kami pergi ke gereja untuk berdoa dan pasang lilin, dan bersamaan dengan tanggal tersebut adalah hari kenaikan Bunda Maria ke surga, tapi sayangnya pagi tidak ada misa, adanya jam 19.00 dan itu terlalu malam untuk Mas Pio.
Setelah itu kami ajak Pio main sebentar di Spielplatz dekat gereja, lalu kami berjalan kaki pulang ke rumah dan mampir sebentar di Lidl untk belanja.

Sampai di rumah, Mama siapkan makan siang, tumpeng dan lauk pauknya. Sebelum makan, kami foto bersama dan nyanyi lagu ulang tahun untuk Liora.

Setelah makan, kami makan kue bersama, lalu mulai mempersiapkan balon dan pesan untuk Liora yang akan diterbangkan.

Balon yang diterbangkan ada 4, waktu balon yang pertama diterbangkan, Pio menangis, karena ga rela balonnya pergi jauh dan tidak bisa diambil, mungkin pengaruh ngantuk juga.

Setelah bujuk2 Pio, dan Pio sudah tenang, akhirnya sisa balon berikutnya diterbangkan oleh Pio satu persatu. Kami melihat setiap balon yang terbang kian menjauh dan entah pergi kemana dibawa oleh angin.

Kami merasa senang bisa mengenang kelahiran Liora, karena itu adalah tetap hal istimewa. Rasa syukur bisa bersama Liora sejak Liora di kandungan hingga meninggal, sedih dengan penderitaan Liora dan ditinggalkan secara jasmani dan juga damai karena Liora sudah damai bersama Bapa di surga, semuanya bercampur menjadi satu. Kesedihan, penderitaan, sukacita dan kebahagiaan sudah menjadi bagian dari hidup kami, dan itu semua tidak bisa kami sangkal dan kami hilangkan.

Begitulah cerita tentang ulang tahun Liora yang bisa Mama sampaikan.

Nikmatilah kedamaian di sana sayang!




Thursday, 27 June 2013

Halo Liora

Halo Liora sayang,

Mama sering bertanya-tanya, Liora sedang apa ya di surga, sudah sebesar apa dan sudah bisa apa saja?
Mama dan Papa selalu kangen Liora, Mas Pio juga kalau ditanya pasti jawabnya kangen Liora juga.
Mama mau sedikit cerita, kalau Mama secara teratur berkunjung ke Seelsorgerin, namanya Frau Schuck-Purpus. Terakhir Mama ketemu beliau yaitu  bulan lalu. Mama selalu bilang kalau Mama selalu kangen dengan Liora. Mama tidak mengerti dengan Tuhan, apa maunya Tuhan dengan menciptakan Liora lalu segera mengambil Liora lagi. Apa salah Mama, mengapa Tuhan tidak memberitahu Mama, kalau memang Mama ada salah, supaya Mama tidak mengulanginya lagi. Saat ini Mama tidak terlalu sedih, tapi ada saat Mama sangat kangen sekali dengan Liora. Frau Schuck-Purpus bilang, kalau Tuhan jg tidak ingin manusia menderita. Dan Tuhan juga ikut menderita dan bersedih ketika manusia menderita dan bersedih. Itulah yang tidak bisa Mama mengerti, bagaimana Mama tahu kalau Tuhan ikut bersedih, rasanya setiap berseru pada Tuhan kok tidak pernah didengar, Mama juga tidak bisa dengar suaraNya. Yang penting Mama selalu berusaha untuk tetap berpegang pada Tuhan, karena Mama sendiri tidak tahu harus pergi kemana lagi.
Tapi Mama merasakan kalau Tuhan selalu menyertai kita, dan memberikan banyak kekuatan dan penghiburan. Musim panas begini, senang melihat bunga2 mawar bermekaran dan bunga-bunga itu cantik-cantik dan wangi. Burung-burung di luar rumah juga ramai sekali, indah sekali suaranya. Sejak pukul 3 pagi mereka sudah ramai sekali bersiulan, sore-sore juga mereka ramai sekali berkicauan. Kalau melihat Pio jg kami terhibur sekali. Doakan kami ya nak, semoga kami bisa menjalani kehidupan di dunia ini dengan baik.
Sekian dulu ya sayang, Mama mau beberes, masak dan belanja. Salam buat Tuhan Yesus.
Sayang Liora!

Mama

Monday, 29 April 2013

Liora Sayang






Liora sayang,

Mama sangat kangen  Liora, Mama dan Papa di sini masih berjuang untuk bisa menerima kenyataan yang menyedihkan, namun juga membahagiakan sebagai bagian hidup dari kehidupan keluarga kami. Kami masih sering bersedih. Mama ngeprint gambar bayi yang sedang digendong Tuhan Yesus, untuk mengingatkan kalau Liora sudah bahagia di sana. Kakakmu , Mas Pio sedang energik2nya dan sedang lucu2nya. Dia semakin pintar dari hari ke hari. Kami sering tertawa bersama. Di tengah tawa kami, kami sering teringat Liora. Andaikan Liora ada di sini dan tumbuh sehat, pasti kami merasa sangat bahagia. Mama juga sering ajak omong Liora sambil pandang foto Liora yang lucu. Sekian dulu ya sayang. Doakan kami di sini. Sayang Liora.

Thursday, 10 January 2013

Mengapa Tuhan tidak pernah adil?

Mengapa Tuhan tidak pernah adil? Ada yang bahagia , ada yang sedih. Ada yang hidupnya penuh susah, ada yang hidupnya penuh kegembiraan. Orang ada yang dillahirkan sempurna, dan yang lain tidak. Ada yang sering disakiti , dan ada yang selama hidupnya tidak pernah disakiti, baik hati maupun raganya.
Ada yang tinggi dan ada yang pendek. Ada yang cantik dan ada yang tidak cantik. Ada yang ganteng dan ada yang tidak ganteng. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Ada yang pintar dan ada yang tidak pintar. Ada yang penuh bakat dan ada yang biasa" saja. Ada yang sakit dan ada yang sehat.