Pages

Thursday, 15 November 2012

40 Hari

Hari ini 40 hari sudah kami ditinggalkan oleh Liora. Kesedihan di hati tetap selalu ada. Liora pasti sudah bahagia di surga sana. Harapan yang kami miliki memang saat ini sudah hancur berkeping-keping. Angan-angan akan keberadaan Liora yang sehat  membuat hati tidak hanya pedih tapi juga menggoyahkan iman dan kepercayaan pada Allah Bapa di surga. Kedekatan dengan Tuhan tidaklah seperti dulu lagi. Kesedihan dan luka di hati ini terasa membentengi. Tiap malam, membayangkan bisa mengunjungi Liora di sana dan menggendongnya terasa sebagai hiburan yang menyedihkan. Ketika terbayang Yesus mendekati, yang ada hanya tangisan, tidak ada lagi percakapan seperti dulu, tidak ada lagi rasa percaya seperti dulu. Kapankah hati ini pulih?

Monday, 5 November 2012

Apakah Tuhan itu selalu baik?

Semenjak peristiwa Liora, rasanya saya tidak bisa menganggap kalau Tuhan itu baik. Seperti lagu anak-anak yang sering didengarkan oleh Pio...Tuhan Yesus baik, sungguh amat baik, untuk selama-lamanya, Tuhan Yesus baik  http://www.youtube.com/watch?v=k-RyWk-6icg   

Kalau ingat akan penderitaan yang dialami Liora, aku merasa Tuhan Yesus kejam sekali. Kami manusia saja, yang kami pikir yang tidak sebaik Tuhan, tidak tega dan sedih sekali melihat penderitaan Liora, tapi mengapa Tuhan membuatnya begitu menderita, dan tidak hanya Liora saja yang menderita, tapi kami yang mengasihinya pun turut menderita. Apakah maksud Tuhan dengan penderitaan? Mengapa Yesus harus begitu menderitanya untuk menebus dosa manusia? mengapa tidak ada cara lain?bukankan Tuhan itu Mahakuasa, mampu melakukan apapun.
Meskipun kami sering meminta dalam doa agar Tuhan memberinya kesembuhan, bahkan banyak orang lain pun yang mendoakan, tapi kami tidak mendapatkan apa yang kami minta dan pada akhirnya kami berserah pada kekuasaan Tuhan, mungkin ada pula rasa putus asa dan ketidak berdayaan kami sebagai manusia. Apalah arti kami sebagai manusia ini ya Tuhan?apakah kami ini hanya sebagai boneka saja di panggung kehidupan, dan Engkau memang sutradaranya yang mangatur kami sesuai dengan kehendakMu?

Mengapa aku diijinkan hamil, dan mempunyai masa-masa yang menyenangkan bersama Liora dan begitu cepatnya engkau mengambil lagi tanpa pernah mengijinkan kami orang tuanya untuk sempat membesarkannya, dan bahkan membuat Liorapun menderita.Aku tidak mengerti Engkau ya Tuhan? sekarang aku malas memikirkan masa depanku, karena apa yang kami rencanakan akanlah tetap sia-sia dan hanya kehendakMulah yang terjadi, bukankah begitu Tuhan? Mungkin Engkau akan marah dengan segala pertanyaan dan pemikiranku ini ya Tuhan, dan aku tetap tidak peduli. 

Aku akan tetap berdoa dan memohon kepadaMu, karena aku tidak tahu harus lari kemana lagi. Andai ada tempat untuk bernaung yang lebih baik dariMu, aku akan lari dariMu. Dan akupun memohon padaMu ya Tuhan untuk memulihkan hati ini yang mungkin masih sangat sedih dan marah padaMu. Maafkan aku Tuhan kalau aku kesal padaMu.