Pages

Sunday, 30 September 2012

Saturday, 29 September 2012

Hari ke-45

Liora dipakaikan baju beruang dan di gendong di pintu, sehingga Papa dan Mas Pio serta Tante Anna yang datang bisa melihat danmengelus-elus Liora.
Badan Liora tidak setegang sebelumnya.
Kata suster Jessica, obat yang diberikan untuk mengurangi kejangnya agak ditinggikan dosisnya.

Thursday, 27 September 2012

Hari ke-43

Hari ini Mama mengjenguk Liora
Liora banyak mengeluarkan lendir dari hidungnya
Liora mendapat obat Baklofen dan Valium untuk mengurangi badannya yang seringkali kejang.

Wednesday, 26 September 2012

Hari ke-37-42

Tidak ada perubahan dari diri Liora, dia tetap anak yang cantik bagi mamanya, apalagi kalau matanya seperti menatap mamanya seakan-akan berkata, 'Mama, di sini Liora baik-baik dan sehat-sehat saja'.
Oh Liora anakku sayang, bagaimana Mama masih bisa berpikir kalua engkau baik-baik dan sehat-sehat saja.
Hari ini Mama dan Papa bertemu dengan dokter Rifi, dokter spesialis kandungan. Puji Tuhan rahim Mama kembali dengan baik. Tapi, ke rumah sakit itu membawa kenangan yang menyedihkan.

Thursday, 20 September 2012

Hari ke 33-36 (Intubasi lagi?)

Tidak ada perubahan yang berarti dari keadaan Liora.
Suhu badannya naik turun antara 36,2-39,2derajat Celcius, begitu kata susternya.
Badan Liora masih seperti kejang.
Tanggal 20 Mama sakit batuk pilek, semoga cepat sembuh dan bisa jenguk Liora.
Hasil Besprechung dengan dokter Lee, juga hadir di sana Fr.Müller-Landner dan Tante Anna :
pertanyaan yang penting dari dokternya, jika keadaan Liora memburuk, terutama dengan pernapasannya, apakah mau diintubasi lagi? Jika dilakukan intubasi lagi, maka Liora akan selamanya bernapas dengan selang intubasi.Artinya, jika keadaan pernapasn Liora memburuk, maka tidak lama lagi Liora akan segera berpulang ke rumah Bapa di surga.

Sunday, 16 September 2012

Hari ke-32

Mama berkunjung ke Liora dangan Papa, Kedua Eyang Bandung dan Mas Pio.
Liora mendapat Parasetamol karena diduga mengalami kesakitan akibat badannya yang spastis. Badannya makin sering kaku atau kejang. Suhu badan mencapai 39 derajat Celcius.
Kasian Liora, kamu pasti begitu menderita ya nak. Hati Mama perih sekali melihatnya.
Tapi hari ini Mamaterhibur bisa menggendong Liora. 
Liora tampak lucu dan cantik sekali dibalik baju beruangnya.
Sayang Liora...

Saturday, 15 September 2012

Hari ke-31

Mama istirahat di rumah. Kabar dari Papa, keadaan liora stabil.

Friday, 14 September 2012

Hari ke-30

Hari ini Mama dan Papa datang bersamaan untuk berbicara dengan suster Evi.
Liora direncanakan akan dibawa pulang setahap demi setahap.
Rencana perpanjangan Visa Eyang Bandung.

Thursday, 13 September 2012

Hari ke-29 (Nafas Liora membaik)

Nafas Liora makin membaik, Liora sudah tidak pakai selang O2 lagi dan SpO2nya semakin stabil.
Mama lihat Liora dimandikan oleh Suster Nina namanya (kalau tidak salah).
kata susternya Mama besok bicara dengan Suster Evi dari tim Nachsorge.
BB: 3666 gram, P: 53,5 cm, LK: 35,5 cm

Wednesday, 12 September 2012

Hari ke-28

Berharap hari ini ada perbaikan dari diri anakku sayang Liora.
Hari ini Mama butuh istirahat, mama tidak jenguk Liora, tapi Mama akan tetap doa dan memikirkan Liora.
Sayang Liora...

Tuesday, 11 September 2012

Hari ke-27

Liora hari ini pakai baju pink, cantik sekali.
Tidak ada perubahan dari keadaan klinisnya.
Tante Susana datang menjenguk.

Monday, 10 September 2012

Hari ke -26

Mama didijinkan untuk ganti popok Liora dan mengukur suhu rektum.
Mama juga diberi kesempatan untuk menggendong Liora langsung dari inkubator oleh suster Frauke.
Mama kali ini senang sekali bisa peluk Liora tanpa ada bantal yang menghalangi.
Liora hari ini mendapat Krakengymnastik atau Fisioterapi.
Hari ini Liora mendapat ASI 85ml x 6

Sunday, 9 September 2012

Hari ke-25

Liora dipasang kanul O2(Sauerstoffbrille), kemungkinan karena Saturasi O2 sering turun.

Saturday, 8 September 2012

Thursday, 6 September 2012

Hari ke-22

Mata Liora agak sedikit terbuka tapi susah untuk menutup lagi, Liora diberi air mata buatan supaya matanya tidak kering.
Saturasi O2 kadang menurun.
Keadaan umum stabil.

Wednesday, 5 September 2012

Hari ke-21(3 minggu)

Liora umur 3 minggu.
Mama harus istirahat dulu karena kemarinnya bekas opreasi Mama kadang-kadang terasa sakit.
Semoga engkau tambah membaik ya Liora sayang.

Tuesday, 4 September 2012

Hari ke-20 (Selang Intubasi Liora dilepas)

Hari ini selang intubasi Liora dilepas.
Liora tampak berusaha sekali untuk bisa bernapas, walaupun Mama tau kalau saraf-saraf untuk pernapasan tidak terlalu menunjang.
Liora tetap menutup matanya, kadang-kadang agak sedikit terbuka dan gerakannya masih seperti sebelumnya.
Liora sayang, Mama tetap berharap untuk bisa melihat Liora buka mata, menangis, bisa batuk, bisa menelan dan tumbuh dengan sehat.
Yesus janji akan pulihkan luka-luka Liora, tapi kita harus sabar.

Monday, 3 September 2012

Hari ke-19

Jenguk Liora.
Pertemuan dengan Rm.Yuli dan Fr.Schulte-Dohnal. Kami membicarakan apakah dengan mencabut selang intubasi dan membiarkannya memburuk itu dosa?
Kesimpulan : itu bukanlah dosa.
Keputusan tetap, kalau Liora setelah selang intubasinya dicabut untuk pertama kalinya ternyata memburuk, dokter akan memasang kembali selang intubasinya dan suatu saat akan dicoba untuk dilepas lagi.

Sunday, 2 September 2012

Hari ke-18

Hari yang mengesalkan hati setelah berbicara dengan dokter.
Mama, Papa serta Eyang Uti dan Eyang Kakung Bandung harus tega suatu saat melihat Liora dipanggil oleh Bapa di surga.
Liora sayang, semua sayang sama Liora.
Doa terasa menipu diri sendiri, tapi harapan tetap ada dalam hati ini.

Saturday, 1 September 2012

Hari ke-17

Mama dan Papa jenguk Liora kecil.
Hari ini suster MAria yang merawat.
Kata Suster Maria, Liora kecil sempat buka mata dan menatapnya.
Mama juga ingin sekali melihatnya.
Mama, dan Papa berjumpa dengan Rm.Yuli dan Maggie (ibu baptis Liora) serta Heiko pacarnya.
Kesimpulan: Kita lihat perkembangannya ke depan.
Harapan masih selalu ada.